Langsung ke konten utama

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Tanpa Validasi Sana-Sini, 'Be of Service' Ternyata Kunci Pede yang Paling Slay!


Image by: Roxie Nafousi


Pernah nggak sih, Puan ngerasa insecure gara-gara kelamaan scrolling TikTok? Lihat si A glow up maksimal, si B punya bisnis sendiri, sementara kita? Masih sibuk berantem sama jerawat atau pusing mikirin tugas kuliah yang nggak habis-habis. Rasanya pengen banget punya rasa pede buat tampil atau mulai sesuatu, tapi kok susah ya? 

Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/10/cara-membangun-kepercayaan-diri-untuk.html 

Nah, kalau Puan terus-terusan fokus pada diri sendiri, ending-nya malah makin insecure karena manusia cenderung lebih mampu melihat kekurangannya sendiri dibanding kelebihannya. Menurut buku Confidence karya manifesting queen Roxie Nafousi, rahasia buat tampil pede itu justru adalah dengan mengalihkan fokus kita keluar, yaitu dengan membantu orang lain.

Iya, Roxie bilang salah satu cara paling ampuh buat bangun rasa pede adalah dengan being of service alias jadi sosok yang bermanfaat buat orang lain. Kedengarannya berat ya, Puan? Padahal simpel, bisa dalam bentuk hal-hal kecil, tapi efeknya gong banget. Kok bisa?

  1. Stop overthinking

Saat kita fokus menolong orang lain, suara negatif di kepala yang biasanya sibuk mengkritik kekurangan diri sendiri cenderung mereda. Kita berhenti merasa nggak cukup karena perhatian kita tersita oleh kebutuhan orang lain.

Misalnya, pas Puan sibuk bantuin teman yang lagi galau atau kasih compliment ke orang asing, otak Puan nggak bakal sempat buat mikirin "Aduh, aku kurang ini, aku kurang itu." Fokus kita jadi berpindah dari kekurangan ke kelebihan yang bisa kita kasih.

  1. Membuktikan value melalui tindakan

Percaya diri tumbuh dari bukti, bukan sekadar kata-kata motivasi. Ketika kita melihat dampak positif yang kita berikan pada orang lain, otak kita menerima bukti nyata bahwa kita adalah orang yang berharga dan dibutuhkan.

Misalnya, pas Puan bantu orang dan lihat mereka tersenyum karena bantuan Puan, di situ Puan bakal ngerasa: "Wah, ternyata aku berguna ya? Aku punya power buat bikin hari orang lain lebih baik." Keyakinan seperti itu bikin Puan makin percaya diri buat tunjukkin value lain yang Puan punya.

  1. Melepas ego dan drama persaingan

Di umur kita yang lagi jadi momen pencarian jati diri ini, rasanya semua hal jadi ajang saingan. Tapi dengan membantu sesama, Puan keluar dari "siklus negatif” perbandingan yang nggak sehat itu. Puan nggak lagi merasa tersaingi, tapi justru merasa berdaya karena mampu berkontribusi nyata. Real queens fix each other’s crowns, kan?

Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/01/hidup-tanpa-fopo-rahasia-menjadi-lebih.html 

Jadi, buat Puan yang lagi merasa low energy atau kurang pede, coba deh mulai sekarang cari satu hal kecil buat bantu orang sekitar. Nggak perlu muluk-muluk, kasih semangat ke teman yang lagi ujian juga sudah cukup, kok. Ingat ya Puan, rasa percaya diri yang paling kokoh itu datangnya dari dalam, saat Puan tahu bahwa kehadiran Puan itu membawa makna buat dunia. Let’s be confident and keep shining, Puan!

Referensi
Nafousi, R. (2022). Manifest: 7 Steps to Living Your Best Life. Chronicle Books.

Author & Editor
Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...

Konsisten: Kunci Keberhasilan Perubahan

Image by: Tamasia.co.id Puan, pernahkah ngerasain susah banget buat konsisten? Misalnya, sudah bikin resolusi tahun baru untuk tidak begadang, tapi setelah dua bulan, balik lagi deh ke kebiasaan scroll TikTok sampai tengah malam. Kok susah banget ya buat tetap konsisten? Kenapa kita susah konsisten? Sebelum bahas lebih jauh, yuk pahami dulu apa itu konsistensi. Menurut KBBI, konsisten berarti tetap, nggak berubah-ubah, taat asas, atau selaras. Namun, kita sering menyamakan konsistensi dengan kesempurnaan. Contohnya, seseorang punya target tidur jam 9 malam setiap hari. Namun suatu waktu ia harus ngerjain tugas sampai jam 11, lalu langsung merasa gagal. Padahal sebenarnya, kalau dia masih bisa tidur sebelum jam 12, itu tetap jauh lebih baik daripada begadang. Nah, mindset “harus selalu sempurna” inilah yang sering bikin kita cepat menyerah saat ada satu hari bolong. Konsistensi bukan berarti 100% Puan, konsistensi itu nggak harus 100% setiap hari, kok. Ada kalanya kita cuma bisa kasih...

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...